Sabtu, 26 November 2011

Tugas Portofolio Softskill (artikel ekonomi)

Ekonomi Indonesia dan Daerah 2011

     Ekonomi global 2010 dan 2011 masih masih melambat (IMF,2010). Amerika Serikat tumbuh 2,6% dan penganggurannya 9,6% (2010).Krisis utang Eropa di PIGS (Portugal, Irlandia, Greece dan Spayol) membuat kawasan Eropa tumbuh 1,7% (2010). Negara maju tumbuh 2,2%.Perdagangan dunia 7,0% dan ekonomi global 2011 diperkirakan tumbuh 4,2% dimana Asia Pasifik, terutama India dan China, masih sebagai motor ekonomi dunia.
      Pada kurun waktu 1968-1982, rata-rata pertumbuhannyaberkisar 7.65% per tahun. Ketikaterjadi external shocks (OPEC Oil Price Shock 1979/1980) rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia turun menjadi 4.5%. Indonesia pulih mulai penghujung 1980an. Periode 1989 – 1993, pertumbuhan sekitar 7%. Pada 1994-1996 meningkat menjadi 7.9% per tahun. Sesaat setelah krisis moneter, pertumbuhan ekonomi Indonesia kolaps hingga -13.1%. Tahun-tahun selanjutnya meski positif,pertumbuhan relatif rendah sebelum krisis, hanya mencapai 5% selama 2000-2010.
        Target pertumbuhan ekonomi APBNP 2010 (5,8%) mungkin menjadi 5,9%. Pertumbuhan 2011 tampaknya terbantu China dan India. Target APBN 2011 adalah 6,4%.Dalam target itu ditetapkan tiap 1% pertumbuhan harus membuka 400.000 lapangan kerja baru, dengan harapan pemerintah makin keras bekerja agar pengangguran dan kemiskinanterus ditekan. Walau pertumbuhan ekonomi 2011 lebih tinggi 2010, suku bunga (6,5%) dan inflasi (5,3%) ditetapkan sama seperti target 2010. Nilai tukar rupiah diharapkan menguat dari Rp 9300 (2010) menjadi Rp 9.250 (2011) dan PDB meningkat lebih dari Rp 766 triliun di tahun 2011 dibanding 2010 (Rp 6.254 triliun). Inflasi di 2010 tampaknya memburuk mencapai 6,5%. Nilai tukar justru di bawah Rp 9000 per 1 USD
          5 tahun terakhir, BI tdk pernah mampu menurunkan SBI di bawah 6%. Angka ini bukan saja tidak kompetitif dibanding negara tetangga tetapi menjadi keluhan lama bagi pertubumbuhan sektor riel. BI selalu berargumen bahwa SBI sangat bergantung pada tingkat inflasi, sementara inflasi sangat dipengaruhi oleh administered prices dan volatile food prices, yang lebih menjadi domain Pemerintah, baik Pusat maupun daerah

sumber : Google

1 komentar: