Minggu, 25 November 2012

SoftSkill - KOPERASI


1.     Saran atau pendapat anda, bagaimana supaya koperasi itu berkembang dan maju?
        Jawaban : 

        A. Meningkatkan partisipasi anggota koperasi
            Salah satu factor yang paling menetukan maju tidaknya koperasi terletak pada partisipasi anggota    terhadap koperasi itu sendiri. Partisipasi ini erat kaitannya dengan pemahaman anggota koperasi terhadap definisi dan peran koperasi secara menyeluruh dan dalam arti yang sebenarnya. Bagaimana mereka bisa berpartisipasi lebih kalau mereka saja tidak mengerti apa itu koperasi. Masyarakat yang menjadi anggota hanya sebatas tahu koperasi itu hanya untuk melayani konsumen seperti biasa, baik untuk barang konsumsi atau pinjaman. Mereka belum tahu betul bahwa dalam koperasi, konsumen juga berarti pemilik, dan mereka berhak berpartisipasi menyumbang saran demi kemajuan koperasi miliknya serta berhak mengawasi kinerja pengurus. Hasilnya anggota koperasi tidak menunjukkan partisipasinya baik itu kontributif maupun insentif terhadap kegiatan koperasi sendiri. Kurangnya pendidikan serta pelatihan yang diberikan oleh pengurus kepada para anggota koperasi ditengarai menjadi faktor utamanya, karena para pengurus beranggapan hal tersebut tidak akan menghasilkan manfaat bagi diri mereka pribadi. 

        B. Meyakinkan kepada bangsa Indonesia bahwa koperasi bukan merupakan ekonomi kelas dua
           Image koperasi sebagai ekonomi kelas dua masih tertanam dalam benak orang – orang Indonesia sehingga menjadi sedikit penghambat dalam pengembangan koperasi menjadi unit ekonomi yang lebih besar, maju dan punya daya saing dengan perusahaan – perusahaan besar. Oleh karena itu, agar bisa memajukan koperasi terlebih dahulu harus membuat yakin kepada masyarakat Indonesia agar tidak berpikir bahwa koperasi merupakan ekonomi kelas dua

        C. Membuat pemikiran masyarakat Indonesia berubah tentang perkembangan koperasi di Indonesia
           Perkembangan koperasi di Indonesia yang tidak dimulai dari bawah (bottom up) tetapi dari atas (top down), artinya koperasi berkembang di Indonesia bukan dari kesadaran masyarakat, tetapi muncul dari dukungan pemerintah yang disosialisasikan ke bawah. Berbeda halnya dengan koperasi di luar negeri, koperasi terbentuk karena adanya kesadaran masyarakat untuk saling membantu memenuhi kebutuhan dan mensejahterakan yang merupakan tujuan koperasi itu sendiri, sehingga pemerintah tinggal menjadi pendukung dan pelindung saja. Di Indonesia, pemerintah bekerja double selain berperan dalam mendukung adanya koperasi juga harus mensosialisasikanya dulu ke bawah sehingga rakyat menjadi mengerti akan manfaat dan tujuan dari koperasi. Maka, kita harus membuat pemikiran – pemikiran tersebut menjadi berubah dan lebih melihat dari segi tujuan dan manfaat dengan adanya koperasi.

        D. Harus adanya pengawasan dari pemerintah
            Hal ini juga menjadi alasan kuat mengapa koperasi Indonesia tidak maju maju. Koperasi banyak dibantu pemerintah lewat dana dana segar tanpa ada pengawasan terhadap bantuan tersebut. Sifat bantuanya pun tidak wajib dikembalikan. Tentu saja ini menjadi bantuan yang tidak mendidik, koperasi menjadi ”manja” dan tidak mandiri hanya menunggu bantuan selanjutnya dari pemerintah. Selain merugikan pemerintah bantuan seperti ini pula akan menjadikan koperasi tidak bisa bersaing karena terus menerus menjadi benalu negara. Seharusnya pemerintah mengucurkan bantuan dengan sistem pengawasan yang baik, walaupun dananya bentuknya hibah yang tidak perlu dikembalikan.

         E.Membuat manajemen koperasi agar lebih profesional
           Hal ini banyak terjadi di koperasi - koperasi yang anggota dan pengurusnya memiliki tingkat pendidikan yang rendah. contohnya banyak terjadi pada KUD yang nota bene di daerah terpencil. Banyak sekali KUD yang bangkrut karena manajemenya kurang profesional baik itu dalam sistem kelola usahanya, dari segi sumberdaya manusianya maupun finansialnya. Banyak terjadi KUD yang hanya menjadi tempat bagi pengurusnya yang korupsi akan dana bantuan dari pemerintah yang banyak mengucur. Karena hal itu, maka KUD banyak dinilai negatif dan disingkat Ketua Untung Duluan. Seharusnya, pengurus koperasi dari masing – masing daerah harus lebih memiliki kewajiban dan tanggung jawab agar tidak adanya dampak negative atau kerugian yang akan menimbulkan kebangkrutan. 

         F. Mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi
            Karena kita memasuki era globalisasi maka sewajarnya untuk mengoptimalkan penggunaan Teknologi. Sebab tidak menutup kemungkinan yang akan bersaing di Indonesia adalah perusahaan – perusahaan besar yang dihasilkan dengan UMKM. Sedangkan UMKM Di Indonesia seringkali menggunakan teknologi turun menurun yang tidak berkembang sehingga penting sekali untuk memanfaatkan TI baik untuk kepentingan pengembangan produk maupun pemasarannya. 
Selain itu mulai sekarang hendaknya koperasi harus merubah pandangan mereka yang mana mereka tidak lagi perlu dibatasi hanya mengutamakan pelayanan kepada anggota, tetapi juga harus mengutamakan pelayanan untuk seluruh masyarakat tanpa harus membatasi masyarakat tersebut. Konsep koperasi harus lebih mengutamakan anggotanya, harus ditinggalkan namun tanpa menghilangkan konsep bahwa koperasi ini harus memberi manfaat sebesar-besarnya bagi anggota. Dengan demikian prinsip-prinsip bisnis harus menjadi orientasi koperasi, yang akhirnya akan bermuara pada manfaat bagi anggotanya.

         G. Mengurangi masalah Sumber Daya Manusia (SDM)
            Banyak kenyataan yang mengungkapkan bahwa SDM yang ikut terlibat didalamnya baik sebagai anggota, pengurus, maupun pengelola koperasi kurang bisa mendukung jalannya koperasi. Dengan kondisi seperti ini maka koperasi berjalan dengan tidak professional dalam artian tidak dijalankan sesuai dengan kaidah sebagaimana usaha lainnya. Rendahnya kualitas SDM juga bisa di sebabkan karena kurang adanya rangsangan untuk meningkatkan gairah kerja para personel yang terlibat dalam kegiatan koperasi sendiri. Sehingga sistem manajemen sumber daya manusia tersebut dapat menjadi lebih efisiensi dan lebih aktif dalam bertindak untuk menjadi profesional.
 

2. Jelaskan maksud dari “Koperasi merupakan Soko Gurunya Perekonomian Indonesia”!
    Jawaban :
    Maksud dari koperasi merupakan soko gurunya perekonomian Indonesia adalah karena koperasi dapat mendidik sikap masyarakat menjadi self-helping, koperasi juga mempunyai sifat kemasyarakatan dimana kepentingan masyarakat harus lebih diutamakan daripada kepentingan diri atau golongan sendiri dan juga menentang segala paham yang berbau individualisme dan kapitalisme.

Sumber :
http://www.formasi-indonesia.or.id/forum.php?halaman=detail&id=10
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/32898
http://sud_art.student.fkip.uns.ac.id/2009/06/22/analisis-hambatan-koperasi